Wednesday, 28 September 2011

Fi dunniya hasanah ~~~

Setiap kali berdoa, kita biasanya tidak meninggalkan untuk membaca doa ini. Doa ini berbunyi, “Rabbana atina fi dunniya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘azabannar”. Ertinya, “Wahai Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami daripada seksaan api neraka.”


Kalimat “fi dunniya hasanah”, mengandungi makna yang penting. Paling tidak ada tujuh perkara yang akan diperoleh seorang muslim jika doanya dikabulkan oleh Allah SWT.


Pertama ~ Perasaan syukur kepada Allah SWT. Setiap muslim akan selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya selama dia berada di dunia. Apapun ketentuan Allah SWT kepadanya. Ketika diberi kenikmatan, dia semakin bersyukur dan ketika diberi musibah dia akan bersabar. Orang-orang yang selalu bersyukur kepada-Nya, “Lain syakartum laazidannakum” ertinya, “Apabila kalian bersyukur nescaya akan Ku tambah nikmat-Ku kepadamu.”


Kedua ~ Memiliki Pendamping yang soleh/solehah. Setiap muslim yang diberi kebaikan di dunia akan diberi pendamping yang baik. Seorang lelaki akan mendapatkan isteri yang solehah. Begitu pula seorang wanita akan mendapatkan suami yang soleh.


Ketiga ~ Memiliki anak yang soleh dan solehah. Memiliki anak yang soleh dan solehah adalah harapan setiap ibu bapa Muslim. Anak yang soleh atau solehah adalah pelaburan terbaik setiap Muslim. Kesolehan seorang anak memberikan manfaat kepada keluarga, bangsa, dan agamanya. Sudah tentu pahalanya akan mengalir deras kepada kedua ibubapanya.


Keempat ~ Memiliki harta yang berkat. Harta yang berkat bukanlah bererti banyak melimpah-ruah. Keberkatan harta tidak ada kaitan dengan jumlah. Tetapi, harta yang berkat adalah harta yang boleh memberi manfaat bagi pemiliknya dan orang lain. Harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk keperluan fi sabilillah. Harta itu akan menjadi jalan amal soleh bagi pemiliknya.


Kelima ~ Tidak memiliki hutang. Memiliki hutang tidaklah dilarang dalam ajaran Islam. Hanya sahaja, hutang boleh menyebabkan hidup seseorang kurang selesa dan bahagia. Biasanya, orang yang memiliki hutang kurang dihargai oleh orang lain, lebih-lebih lagi orang yang memberikan piutang. Setiap Muslim harus berusaha melunasi hutangnya dengan bersungguh-sungguh. Sebab, hutang boleh menyebabkan seseorang itu ditangguhkan dari masuk syurga sebelum hutangnya dilunasi, meskipun dia mati dalam jihad fi sabilillah.



Keenam ~ Ilmunya bermanfaat. Banyak orang yang memiliki ilmu, namun hanya sedikit ilmunya yang bermanfaat. Orang-orang yang mendapatkan kebaikan di dunia (fi dunniya hasanah), jika memiliki ilmu maka ilmunya akan bermanfaat bagi agama dan orang lain.




Ketujuh ~ Umurnya berkat. Usia yang berkat, tidak ada kaitan dengan usia yang panjang. Seseorang yang umrnya berkat selalu menjadikan setiap detik adalah waktu yang berharga yang tidak akan disia-siakannya. Sepanjang usianya, dia gunakan untuk beribadah, beramal, dan berdakwah. Dia sebarkan manfaat kepada siapapun. Dia berkawan dengan orang-orang soleh agar mendapat tempias keberkatan hidup. Baginya, tidak ada waktu kecuali beramal, beramal, dan beramal.


Berdoalah dengan doa ini dalam keadaan hati yang bersih lagi tenang, tidak lalai dan penuh pengharapan agar Allah SWT mengabulkan doa kita.

Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah SWT, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Ketahuilah bahawa Allah SWT tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
(HR Tirmizi 3401)

1 comment: